Keluarga Cinta Musik Sejati
Jumat, 22 Oktober 2010 | 23:41 WIBLama tidak terlihat di dunia tarik suara. Penyanyi dan bintang film Ikang Fauwzi kembali muncul. Suami aktris dan politikus Marissa Haque dan mantan kekasih Christine Panjaitan ini menunjukan eksistensi di dunia tarik suara. Namun kali ini tidak bersolo karir seperti masa jayanya dulu.
Sibuk menggeluti bisnis properti, tidak membuat penyanyi Ikang Fauwzi melupakan sejarahnya sebagai seorang penyanyi rock papan atas. Rocker suara serak ini akan tampil bareng dengan saudara iparnya dalam grup Brother in Law.
"Awalnya kita sering nge-jam bareng, terus terlintas dari kita untuk bikin band," kata Ikang Fauwzi di Hard-Rock café, Jakarta Pusat, baru baru ini.
Pria yang memiliki nama lengkap Ahmad Zulfikar Fauwzi jadi vokalis, sedang iparnya Ekki Soekarno (gitar), Gilang Ramadhan (drum) dan Adi (bass) ini berusaha memunculkan kembali memory lama pop rock. Meski dengan kultur musik yang sama. Namun mereka berusaha menawarkan musik dengan warna yang beda.
"Tetap pop rock, dan terkadang kita nyanyi lagu-lagu barat, tetapi tetap komersil pastinya," tukas bapak dua anak Muliawati Fawzi dan Marsha Chikita Fawzi ini.
Kang, biasa disapa mengatakan, dirinya memang tidak bisa meninggalkan musik dalam waktu yang lama. Sebab musik memang sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil. Bahkan ayahnya telah mendidiknya untuk menjadi seorang penyanyi.
"Dari dulu memang pengen jadi anak band, bokap gue juga anak band, dia vokalis, grup bandnya Hawaian band, dia instrumentalis juga pencipta lagu Aku ingin seperti dia," katanya.
Namun lantaran ayahnya tidak bisa terus berkiprah di dunia musik dan akhirnya menjadi pegawai negeri (diplomat karir terakhir jadi duta besar), jadi dirinya berusah untuk melanjutkan cita-citanya.
"Makanya dia selalu bilang kamu mau jadi artis jangan jadi PNS seperti ayah, makanya gue pengen jadi anak band," tegasnya.
Di usianya yang tidak lagi muda ini, Ikang berusaha terus menyumbangkan karyanya, yakni dengan grup band barunya Brother In Law. Ia pun tidak mau kalah dengan usianya yang sudah kepala 5. "Ya minimal tetap eksis sampai tua bisa menjadi kebanggaan buat ayah," tukasnya
Lantas bagaimana dengan persaingan grup musik? "Persaingan itu hal wajar, sejak dulu persaingan itu ada, persaingan itu membuat gue terus termotivasi," papar Ikang Fauwzi. (kayla)
Sumber: http://klikm.net/read/2364/ikang-fauwzi--dari-ayah-ajak-ipar
